Tanggapi Berita Hoax Terkait Banjir, Danny Pomanto: Fitnah Ujian Naik Kelas

Tanggapi Berita Hoax Terkait Banjir, Danny Pomanto: Fitnah Ujian Naik Kelas

102
0

BHARATA RADIO, Makassar – Intensitas hujan yang tinggi terjadi di Makassar berdampak pada sejumlah wilayah mengalami banjir. Kondisi ini membuat masyarakat resah dan cenderung menyalahkan keadaan yang terjadi. Meski jika dilihat secara lebih besar, banjir turut diakibatkan oleh perubahan cuaca di belahan dunia yang cukup ekstrim.

Olehnya itu, kejadian ini banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengadu domba masyarakat dan membuat berita atau kabar hoax secara bersamaan mengingat dalam waktu dekat akan menghadapi kontestasi Pilkada Serentak.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan persoalan banjir harus dilihat dari penanganan teknik yang diperbaiki bukan penanganan politik. Ia juga kecewa karena dituding menyalahkan Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa.

“Saya kemarin sudah turun di beberapa titik rawan berjalan ditengah banjir seperti di Paccerakkang. Dan saya bilang ini memang tempatnya air, mana lagi ada air kiriman dari Maros dan Gowa. Nah, malah diplesetkan kalau saya salahkan Maros dan Gowa. Lantas saya harus jawab apa? Memang ini air dari Irian Jaya? Kan tidak masuk akal,” jelas Danny sapaan akrab Mohammad Ramdhan Pomanto.

Danny juga menyebutkan, perbuatan penyebaran berita hoax yang kian marak itu didalam agama disebut fitnah dan menyebutkan oknum seperti itu merupakan orang yang tak punya prestasi untuk disebar ke masyarakat.

“Kalau banyak yang fitnah saya terserah. Tapi saya jamin tak akan balik memfitnah mereka. Ini sebuah ujian untuk kita naik kelas,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, persoalan banjir yang terjadi BTN Kodam III Biringkanaya merupakan kiriman dari sungai yang berada di Kabupaten Maros. Sehingga penyelesaiannya harus melalui koordinasi provinsi bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Maros.

“Saya kira solusinya harus ada koordinasi yang baik antara semua pihak. Karena kita ketahui lokasi ini memang tempatnya air saat musim hujan. Tapi insya Allah segera kita tangani, sepertinya harus dibuat tanggul di sini,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY